Author name: Alfitra

Hi there, hope you enjoy my story!

Merayakan Wisuda Bareng Teman-teman Terdekat: Hal yang pastinya nggak Boleh Terlewatkan Nih!

Wisuda adalah momen seru dan penting banget dalam hidup kita. Setelah susah-payah menjalani kuliah selama bertahun-tahun, akhirnya tiba saatnya buat ngerayain akhir perjalanan akademik serta memulai tahap awal dari petualangan baru. Nah, dalam keseruan moment spesial ini, merayakan wisuda bareng teman-teman terdekat adalah hal yang nggak boleh kita lewatin, lho! Simak yuk beberapa alasan kenapa momen bahagia ini mesti dirayain bersama sahabat-sahabat terdekat kita. Bareng Temen Selalu AsyikSelama kuliah, temen-temen adalah sosok penting yang selalu ada di samping kita. Mereka nemenin, dukung, dan tentunya bantuin kita lewati segala macam cobaan kuliah. Nah, merayakan wisuda bareng mereka adalah cara terbaik buat makin kuat dan eratkan ikatan persahabatan kita. Momen ini bakal jadi kenangan yang nggak bakal terlupakan, dan setiap kali dikenang, pasti bikin senyum-senyum sendiri. Flashback Momen-momen AsyikSetiap orang punya cerita seru waktu kuliah. Dari suka-sukaan bareng temen sampe ujian yang menguras tenaga dan pikiran. Nah, merayakan wisuda bersama sahabat-sahabat kita bakal bikin kita flashback ke semua kenangan-kenangan itu. Banyak cerita kocak, ngakak, dan mungkin ada juga drama-drama manis yang bikin hati hangat. Pokoknya seru deh mengingat-ingat semua momen indah bareng mereka. Saling Motivasi dan InspirasiPas kita merayakan wisuda bareng temen-temen, kita bakal ngerasa kagum sama pencapaian masing-masing. Setiap orang punya impian dan tujuan beda-beda, dan momen wisuda ini jadi kesempatan buat saling mendukung dan memberi motivasi satu sama lain. Kita bisa belajar dari kesuksesan mereka, dan tentunya, memberi semangat buat temen-temen demi impian mereka juga. Wajah Penuh Harapan Untuk Masa DepanSetelah wisuda, hidup pasti berubah. Semua akan menghadapi babak baru yang penuh ketidakpastian. Nah, momen rayain wisuda bareng sahabat-sahabat bikin kita merasa lebih siap dan optimis ngadepin masa depan. Kehadiran mereka dalam perjalanan baru ini memberi dukungan emosional yang besar, dan kita tahu bahwa kita nggak akan sendirian menghadapi apa pun yang akan datang. Bikin Kenangan TersendiriWisuda adalah momen berharga yang nggak terulang lagi. Makanya, harus dimaknai dengan baik dan dirayakan dengan cara yang berkesan. Merayakannya bersama temen-temen terdekat bikin momen spesial ini jadi lebih bermakna. Kita bisa foto-foto rame-rame, berbagi cerita, dan menikmati kebahagiaan bareng dalam suasana yang menyenangkan dan penuh semangat. Ada juga yang merayakan momen tersebut dengan memberikan hadiah-hadiah kecil, yang akan terasa sangat berharga. Memperkuat hubungan serta timbul perasaan dihargai dan menghargai, at least for very last moment.Temen-temen kuliah juga jadi bagian penting dari jaringan sosial kita. Jadi, merayakan wisuda bareng mereka bikin kita makin erat sama jaringan tersebut. Siapa tahu di masa depan, hubungan ini bisa bantu kita dalam karir atau hal-hal lainnya. Serta, bakal timbul perasaan bagaimana kita dihargai oleh teman di saat momen-momen terakhir bersua bersuka cita. Intinya, Meriahkan Wisuda Bersama Teman-Teman Terdekat! Jadi, jangan ragu buat rayain wisuda bersama teman-teman terdekat. Seru banget lho mengenang perjalanan kuliah, saling dukung dan motivasi, serta menciptakan kenangan tak terlupakan bareng mereka. Saat momen bahagia diwisuda dipersembahkan buat mereka, rasanya pasti lebih istimewa dan spesial. Jadi, siapin baju terkerenmu, selempang wisuda kece, pake senyum terlebar, dan meriahkan momen bahagia itu bareng temen-temen terdekatmu! Selamat wisuda, Sobat!

Merayakan Wisuda Bareng Teman-teman Terdekat: Hal yang pastinya nggak Boleh Terlewatkan Nih! Read More »

Kenapa Aku Kuliah?

Hi diary, kau tahu betapa getirnya aku dengan hari-hari yang telah aku lalui?, sungguh aku menyesal tidak mengenali kau sejak dini, aku benar-benar minta maaf, mungkin aku terlambat, tapi kau sungguh akan selalu ada untukku my diary, andai aku dari dulu mengenali kau mungkin aku ga bakal kesusahan untuk mengingat hal-hal penting yang telah aku lalui, sungguh terima kasih. Halo sobat @jonifergradmerch dimanapun berada, kali ini aku akan bercerita sedikit tentang kisah hidupku, bukan tentang diary yang telah aku sesali ya hehe, tapi tentang salah satu hal apa yang pernah aku alami dari kejadian-kejadian yang menimpaku di masa lalu, berharap teman-teman semua bisa ambil hikmahnya yaa, semoga bermanfaat. Aku terkenal bandel sewaktu di sekolah dulu, satu sekolah pun mungkin telah mencapku seperti anak yang kurang perhatian, aku pun mengakuinya seperti itu hehe, tapi dibalik itu akulah orang yang paling bercita-cita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses dari siapapun, terdengar ga masuk akal ya??, baca aja dulu ya sob!! hehe, aku orangnya memang bandel, terlihat kurang perhatian, banyak melanggar aturan sampai dijuluki siswa teladan, lah kok?? maksudnya telat datang pulang duluan, pasti semuanya setuju:), hari-hariku dipenuhi dengan omelan dari orang tua, guru bahkan sampai teman-teman pun ikut, tidak hanya omelan yang mewarnai hariku setiap hari, tapi ada juga seorang putri yang menyemangatiku setiap hari, ehh kok malah bahas seorang putri?? dah lah, orangnya aja dah pergi:), dari kebandelanku memang jelas terlihat seperti orang yang kurang perhatian, orang yang memiliki masa depan suram, orang yang memiliki dendam kesumat kepada siapapun, dan orang yang paling paling paling, paling apa ya?? pokoknya gitu deh, negatif semua. Tapi jujur aku suka ke sekolah sudah pasti untuk bertemu teman-teman, aku suka ke sekolah karena ada kegiatan organisasi, mungkin inilah salah satu penolong bagiku sampai aku akhirnya lulus sekolah, dan aku orangnya juga suka berteman, mungkin inilah salah satu alasan kenapa aku bisa hidup sampai sekarang. Suatu hari dimana aku merasakan bahagia, aku berbahagia karena ga lama lagi aku bakal tamat sekolah, aku sering membayangkan betapa happynya saat udah ga sekolah nanti, betapa damainya hari-hariku tanpa menemukan kekhawatiran dari omelan orang-orang sekitar, betapa bahagianya aku tamat sekolah aku langsung kerja cari duit, aku ga bakal kuliah, walau banyak guruku yang memotivasi untuk kuliah, tapi batinku langsung hengkang dengan perkataan mereka, karena apa? karena aku mau cari duit, aduh emang ga kebayang bahagianya jika di pikiran itu sudah didasari imajinasi yang begitu tinggi, tapi yang terjadi setelah itu apa?? setelah aku lulus sekolah aku memang bahagia, aku bebas, ga mikirin lagi sekolah mesti pergi pagi pulang malam, aku ga mikirin siapapun, aku adalah aku, tapi semuanya hanya sebentar mungkin rasa bahagia itu hanya singgah sekedar, aku larut dalam imajinasiku selama ini, ternyata ekspektasiku tidak sesuai realita, setelah aku menikmati rasa bahagia itu aku langsung menderita, aku hidup tidak jelas, pada awalnya aku berekspektasi untuk melanjutkan usaha Orang tua, tapi masalahnya usaha Orang Tua ditakdirkan berhenti karena covid19, dan sekarang aku kerja tidak kuliah pun tidak, yang paling parahnya aku terus minta duit ke orang tua buat jajan, memang the real BEBAN. Waktu berlalu aku menjalani hari-hariku yang begitu suram, apa yang di fatwa orang selama ini benar terjadi pada diriku, teman-teman ku hilang entah kemana, mungkin pada sibuk urus kuliah,urus masa depan, dan aku kesepian, aku benar-benar suram, dan aku sangat-sangat tersakiti oleh perbuatanku sendiri. Saat ini aku tidak bisa berbuat semena-mena, aku harus terus bergerak berfikir, dan bertindak agar keadaanku membaik, aku berusaha mati-matian agar aku menemukan jalan terbaik di hidupku, karena apa? karena aku orang yang paling bercita-cita untuk lebih sukses dari siapapun itu, walau bandel gini aku juga punya tujuan hidup lo sob!! hehe. Aku selalu ikhlas menjalani hari yang sedang kulalui, aku selalu menikmati sakit yang melukaiku akibat perbuatanku sendiri, dan aku selalu mensyukuri takdir yang telah dikehendaki untuk diriku ini. Tidak lama setelah itu aku mulai bekerja sebagai karyawan Vendor baju gamis muslim di kotaku, tiap hari aku sudah merasakan panasnya terik ,diterpa hujan badai, dan malamnya harus begadang, banyak sekali derita yang ku hadapi pada saat ini, hal ini tidak berjalan begitu lama, karena usaha Vendor gamis di kotaku ini juga ikut macet, maka aku langsung cari usaha sampingan selain untuk menambah kegiatan, juga bisa untuk menambah uang saku untuk jajan. Aku mulai jualan pakaian bekas lewat online, aku melakukannya online karena aku ga punya modal banyak, aku mengoperasionalkan jualanku itu lewat online, stock barangnya pun aku tidak tahu entah dari mana, yang penting aku jualan, menjualkan dagangan orang, Alhamdulillah untungnya lumayan. Setelah aku tamat sekolah aku tidak sepenuhnya mau untuk bekerja 24 jam full, aku juga menyelinginya dengan nongkrong bersama teman-teman yang bukan teman sekolahku, nambah teman baru, cari relasi biar jualannya gampang dan tentunya aku selalu berupaya cari jalan terbaik untuk diriku, dan sampai sekarang ini aku sudah memiliki pekerjaan baru aku bekerja tetap yang bisa menghidupiku dan membuat keadaanku lebih baik. dear diary, aku teringat dengan kata-kata “apa yang kau tanam itulah yang kau tuai” mungkin inilah arti dari kata-kata tersebut, apa yang aku alami sekarang itu merupakan hasil dari perbuatanku yang telah lalu, hal negatif yang ku perbuat dahulu, menjadikan siapa aku sekarang, dear diary sungguh terima kasih. Bekerja bukanlah perjalanan mudah bagiku, di tempat kerjaku yang baru, aku bekerja sesuai tuntutan perusahaan, aku harus mengikuti seluruh peraturan yang ada di sini, aku harus lebih berhati-hati karena aku sadar jika ini bukan sekolah. Hari demi hari bulan berganti bulan, aku terus menikmati pekerjaanku, dan di tempat inilah aku mengalami banyak perubahan, aku bertemu orang- orang hebat disini, aku selalu dibimbing dan dituntun untuk selalu lebih baik, dan di tempat ini aku juga menemukan lingkungan yang tepat untuk melakukan perubahan yang lebih baik, aku begitu sangat bersyukur dengan takdir yang ku lalui, aku selalu berusaha mencari jalan terbaik untuk diriku, karena aku tahu aku harus lebih sukses dari siapapun itu. Dear diary, begitu banyak keluh kesah yang belum tersampaikan kepadamu, namun kau selalu ada untukku – sungguh terima kasih. Saat ini aku masih bekerja di tempat yang sama, aku sangat merasa produktif setelah menemukan tempat ini, aku berangsur

Kenapa Aku Kuliah? Read More »

Scroll to Top