Make your lifetime moments matter

Kenapa Aku Kuliah?


Hi diary, kau tahu betapa getirnya aku dengan hari-hari yang telah aku lalui?, sungguh aku menyesal tidak mengenali kau sejak dini, aku benar-benar minta maaf, mungkin aku terlambat, tapi kau sungguh akan selalu ada untukku my diary, andai aku dari dulu mengenali kau mungkin aku ga bakal kesusahan untuk mengingat hal-hal penting yang telah aku lalui, sungguh terima kasih.

Halo sobat @jonifergradmerch dimanapun berada, kali ini aku akan bercerita sedikit tentang kisah hidupku, bukan tentang diary yang telah aku sesali ya hehe, tapi tentang salah satu hal apa yang pernah aku alami dari kejadian-kejadian yang menimpaku di masa lalu, berharap teman-teman semua bisa ambil hikmahnya yaa, semoga bermanfaat.

Aku terkenal bandel sewaktu di sekolah dulu, satu sekolah pun mungkin telah mencapku seperti anak yang kurang perhatian, aku pun mengakuinya seperti itu hehe, tapi dibalik itu akulah orang yang paling bercita-cita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses dari siapapun, terdengar ga masuk akal ya??, baca aja dulu ya sob!! hehe, aku orangnya memang bandel, terlihat kurang perhatian, banyak melanggar aturan sampai dijuluki siswa teladan, lah kok?? maksudnya telat datang pulang duluan, pasti semuanya setuju:), hari-hariku dipenuhi dengan omelan dari orang tua, guru bahkan sampai teman-teman pun ikut, tidak hanya omelan yang mewarnai hariku setiap hari, tapi ada juga seorang putri yang menyemangatiku setiap hari, ehh kok malah bahas seorang putri?? dah lah, orangnya aja dah pergi:), dari kebandelanku memang jelas terlihat seperti orang yang kurang perhatian, orang yang memiliki masa depan suram, orang yang memiliki dendam kesumat kepada siapapun, dan orang yang paling paling paling, paling apa ya?? pokoknya gitu deh, negatif semua. Tapi jujur aku suka ke sekolah sudah pasti untuk bertemu teman-teman, aku suka ke sekolah karena ada kegiatan organisasi, mungkin inilah salah satu penolong bagiku sampai aku akhirnya lulus sekolah, dan aku orangnya juga suka berteman, mungkin inilah salah satu alasan kenapa aku bisa hidup sampai sekarang.

Suatu hari dimana aku merasakan bahagia, aku berbahagia karena ga lama lagi aku bakal tamat sekolah, aku sering membayangkan betapa happynya saat udah ga sekolah nanti, betapa damainya hari-hariku tanpa menemukan kekhawatiran dari omelan orang-orang sekitar, betapa bahagianya aku tamat sekolah aku langsung kerja cari duit, aku ga bakal kuliah, walau banyak guruku yang memotivasi untuk kuliah, tapi batinku langsung hengkang dengan perkataan mereka, karena apa? karena aku mau cari duit, aduh emang ga kebayang bahagianya jika di pikiran itu sudah didasari imajinasi yang begitu tinggi, tapi yang terjadi setelah itu apa?? setelah aku lulus sekolah aku memang bahagia, aku bebas, ga mikirin lagi sekolah mesti pergi pagi pulang malam, aku ga mikirin siapapun, aku adalah aku, tapi semuanya hanya sebentar mungkin rasa bahagia itu hanya singgah sekedar, aku larut dalam imajinasiku selama ini, ternyata ekspektasiku tidak sesuai realita, setelah aku menikmati rasa bahagia itu aku langsung menderita, aku hidup tidak jelas, pada awalnya aku berekspektasi untuk melanjutkan usaha Orang tua, tapi masalahnya usaha Orang Tua ditakdirkan berhenti karena covid19, dan sekarang aku kerja tidak kuliah pun tidak, yang paling parahnya aku terus minta duit ke orang tua buat jajan, memang the real BEBAN. Waktu berlalu aku menjalani hari-hariku yang begitu suram, apa yang di fatwa orang selama ini benar terjadi pada diriku, teman-teman ku hilang entah kemana, mungkin pada sibuk urus kuliah,urus masa depan, dan aku kesepian, aku benar-benar suram, dan aku sangat-sangat tersakiti oleh perbuatanku sendiri.

Saat ini aku tidak bisa berbuat semena-mena, aku harus terus bergerak berfikir, dan bertindak agar keadaanku membaik, aku berusaha mati-matian agar aku menemukan jalan terbaik di hidupku, karena apa? karena aku orang yang paling bercita-cita untuk lebih sukses dari siapapun itu, walau bandel gini aku juga punya tujuan hidup lo sob!! hehe. Aku selalu ikhlas menjalani hari yang sedang kulalui, aku selalu menikmati sakit yang melukaiku akibat perbuatanku sendiri, dan aku selalu mensyukuri takdir yang telah dikehendaki untuk diriku ini. Tidak lama setelah itu aku mulai bekerja sebagai karyawan Vendor baju gamis muslim di kotaku, tiap hari aku sudah merasakan panasnya terik ,diterpa hujan badai, dan malamnya harus begadang, banyak sekali derita yang ku hadapi pada saat ini, hal ini tidak berjalan begitu lama, karena usaha Vendor gamis di kotaku ini juga ikut macet, maka aku langsung cari usaha sampingan selain untuk menambah kegiatan, juga bisa untuk menambah uang saku untuk jajan. Aku mulai jualan pakaian bekas lewat online, aku melakukannya online karena aku ga punya modal banyak, aku mengoperasionalkan jualanku itu lewat online, stock barangnya pun aku tidak tahu entah dari mana, yang penting aku jualan, menjualkan dagangan orang, Alhamdulillah untungnya lumayan. Setelah aku tamat sekolah aku tidak sepenuhnya mau untuk bekerja 24 jam full, aku juga menyelinginya dengan nongkrong bersama teman-teman yang bukan teman sekolahku, nambah teman baru, cari relasi biar jualannya gampang dan tentunya aku selalu berupaya cari jalan terbaik untuk diriku, dan sampai sekarang ini aku sudah memiliki pekerjaan baru aku bekerja tetap yang bisa menghidupiku dan membuat keadaanku lebih baik.

dear diary, aku teringat dengan kata-kata “apa yang kau tanam itulah yang kau tuai” mungkin inilah arti dari kata-kata tersebut, apa yang aku alami sekarang itu merupakan hasil dari perbuatanku yang telah lalu, hal negatif yang ku perbuat dahulu, menjadikan siapa aku sekarang, dear diary sungguh terima kasih.

Bekerja bukanlah perjalanan mudah bagiku, di tempat kerjaku yang baru, aku bekerja sesuai tuntutan perusahaan, aku harus mengikuti seluruh peraturan yang ada di sini, aku harus lebih berhati-hati karena aku sadar jika ini bukan sekolah. Hari demi hari bulan berganti bulan, aku terus menikmati pekerjaanku, dan di tempat inilah aku mengalami banyak perubahan, aku bertemu orang- orang hebat disini, aku selalu dibimbing dan dituntun untuk selalu lebih baik, dan di tempat ini aku juga menemukan lingkungan yang tepat untuk melakukan perubahan yang lebih baik, aku begitu sangat bersyukur dengan takdir yang ku lalui, aku selalu berusaha mencari jalan terbaik untuk diriku, karena aku tahu aku harus lebih sukses dari siapapun itu.

Dear diary, begitu banyak keluh kesah yang belum tersampaikan kepadamu, namun kau selalu ada untukku – sungguh terima kasih.

Saat ini aku masih bekerja di tempat yang sama, aku sangat merasa produktif setelah menemukan tempat ini, aku berangsur bisa untuk memaafkan diriku yang dulu, dan aku berangsur pulih dengan kejadian masa laluku, baik masalah keluarga, pertemanan, bahkan percintaan, aku terbiasa untuk mandiri tanpa harus menyusahkan orang lain, dan dengan bertemu orang – orang hebat serta lingkungan tepat tersebutlah aku merasa dibantu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terima kasih orang baik.

Waktu terus berlalu, tidak terasa 6 bulan lalu aku masih memakai baju putih abu-abu, dan sekarang hey lihatlah sobat!! aku sepertinya telah maafkan diriku sendiri, hari-hariku dipenuhi canda dan tawa suka dan duka dengan lingkunganku saat ini, aku sepertinya belajar banyak dengan lingkunganku, sampai akhirnya aku tersadar bahwasanya aku adalah aku yang sepenuhnya bertanggung jawab atas diriku sendiri, kenapa begitu? ya karena aku sekaranglah yang akan menentukan siapa aku esok hari, ga mungkinkan Bosku yang bertanggung jawab untuk masa depanku apalagi teman, sungguh ngakak! Banyak cerminan pembelajaran yang aku amati selama aku lulus SMA, andai itu baik maupun itu buruk, semua yang terjadi pasti ada sebab dan akibatnya, semuanya pasti ada hikmahnya, tergantung diri kita sendiri yang akan menentukan putih dan hitamnya.

Dear diary, Oiya, judul cerita ini KENAPA AKU KULIAH?, kok aku malah melebar jadi kisah hidupku?? aduh, dear diary, sungguh terima kasih,
kau selalu ada untukku:), aku jadi terlena jika bercerita dan berelegi denganmu.

Holaa! Sobat @jonifergradmerch yang ganteng dan cantik, jangan marah ya, kalo marah-marah ntar jodohnya mantan mau??, hehe ga kok, becanda doang jangan baper, ntar kalo baper nanti jodohnya orang pertama di pesawat mau?? hahaha

Dikit lagi kok sob, ceritanya bakal kelar. Aku yang dulu memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi dibalas dengan realita yang begitu menyakiti, akhirnya aku terkatung-katung untuk menikmati luka yang silih berganti, dan dari sinilah aku memahami bagaimana eloknya mencintai diri sendiri tanpa menyakiti duniaku yang telah berdiri. Dear diary, sungguh terima kasih, karena kaulah kenapa aku bisa menjelaskan jalan ini, kenapa aku kuliah??
kenapa aku memilihnya??, kenapa aku harus mengambil alur tersebut??, ya semua memang karena kau diary, keluh kesah yang selalu aku sampaikan mambangun ribuan partikel untuk menyatukan kembali kisahku ini.

Mensyukuri nikmatmu Tuhan merupakan kewajiban yang mestinya diharuskan untuk setiap orang, karena aku yakin, setiap orang memiliki ceritanya sendiri yang begitu hebat, yang begitu indah, dan begitu berkesan, aku lebih yakin bahwa engkau Tuhan yang maha baik, selalu merangkai alur hamba-hambanya yang selalu berusaha demi sampai di pintu keberkahannya, aku yang dulu terlahir dari keluarga yang berkecukupan sudah ditakdirkan untuk menjalani kisah yang cukup pahit, aku yang dulu tidak mementingkan apa itu pendidikan, sekarang malah menelan pil pahit dari perbuatan ku sendiri, aku yang lebih yakin untuk sukses dari siapapun itu adalah hal yang sangat keliru, sampai di titik ini aku paham semua yang diberikan itu hanyalah titipan, semua yang aku anggap tidak penting justru itulah yang berperan untuk menyelamatkanku, dan haluan yang terlalu tinggi tanpa usaha yang sangat berarti merupakan kesalahan fatal yang aku hadapi. Terima kasih tuhan, yang selalu mempunyai jalan terbaik.

Singkat cerita yang telah aku lalui, aku berasumsi bahwa lingkungan yang tepat akan membawa perubahan yang begitu pesat, aku yang dulu tidak mementingkan pendidikan sekarang tersadar setelah bertemu orang-orang hebat yang selalu mengajarkan tentang kebaikan, aku bertemu lingkungan yang tepat membuatku sadar bahwasanya lingkungan sangat berpengaruh untuk seorang, karena lingkunganlah yang lebih tulus memberi ilmu daripada sang guru, karena lingkungan lah kita dapat mencicipi jutaan pengalaman yang begitu berarti, Kenapa aku kuliah??, bukan karena aku harus lebih sukses dari siapapun itu, bukan karena aku bisa menghasilkan uang lebih banyak nantinya, justru aku malah kebingungan di hidup ini, ada orang yang berpendidikan yang tinggi masih mengatakan dirinya belum sukses, ada orang yang hidupnya makmur, keluarga harmonis, dan berlimpah harta masih mengatakan dirinya belum sukses, aku sangat kebingungan untuk mendefenisikan dari sukses tersebut, namun aku juga punya asumsi sendiri yaitu, orang sukses itu bukan orang yang berlimpah ruah harta, tahta, wanita bahkan keluarga, namun orang sukses itu adalah orang yang bermanfaat bagi lingkungannya sendiri, kenapa aku kuliah?? aku ingin berkehidupan seperti orang-orang hebat yang aku temui, lingkunganku juga membuktikan bahwasanya pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, tapi pendidikan menjamin akan mudahnya seseorang untuk menghadapi hari-harinya, kenapa begitu, aku selalu mengamati bedanya orang yang menjalani hidup dengan pendidikannya dan orang yang menjalani hidup apa adanya, dan aku memilih untuk mengikuti orang yang menjalani hidup dengan pendidikannya, kenapa aku kuliah?? bukan karena aku ingin lebih sukses dari siapapun itu, bukan karena aku ingin jadi orang hebat, dan bukan karena aku ingin memiliki segalanya, tapi karena aku ingin mengubah pola pikir untuk menjadi pribadi yang lebih baik, aku ingin menemukan lingkungan yang membentuk sebuah mindset yang berdampak. Apapun tujuanmu yakinlah bahwa kau memang berhak mendapatkan itu, selama itu kebaikan, dan yakinlah bahwa kau yang sepenuhnya bertanggung jawab untuk diri sendiri, hendak kau memilih kuliah atau tidak, pastikan kau benar-benar meyakini pilihan itu, karena juga keyakinanlah yang dapat membantumu untuk menemukan jati dirimu.

Hari-hariku terus diwarnai dengan kuliah kerja, kuliah kerja, aku memilih jalan tersebut paginya kuliah, sorenya masuk kerja, aku sangat mencintai produktif nya diri ku yang sekarang, tidak seperti dulu menganggap remeh hal-hal kecil, aku terus bekerja karena ekonomi keluargaku tidak sanggup membiayai untuk kuliah, aku terus bekerja karena aku tidak ingin kehilangan lingkunganku tersebut. dan aku tidak tahu dimana akhir hidupku nanti, yang terpenting aku selalu melakukan yang terbaik untuk diriku yang sekarang, walau itu susah, tapi aku selalu berusaha untuk itu.

Dear diary, sungguh-sungguh terima kasih.

Halo sobat @jonifergradmerch, akhirnya kisah singkatku selesai dituangkan dalam bentuk diary, semoga sobat-sobat semua dapat mengambil hikmah dan pelajarannya ya, aku berharap sobat-sobat semua dalam lindungan Allah, dan selalu diberi jalan terbaik, stay semangat ya sob!! “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan” Sutan Syahrir.

Scroll to Top